Site Loader
Rusia Dituduh Uji Coba Senjata dalam Angkasa Luar oleh AS serta Inggris

Liputan6. com, Moskow – Rusia menegasikan tuduhan dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris baru-baru ini, untuk dugaan ‘pengujian persenjataan anti-satelit pada angkasa luar’ –menyebutnya keliru dan “terdistorsi”.


“Pengujian yang dilakukan [pada 15 Juli] tidak menciptakan ancaman bagi pesawat ruang angkasa lainnya, ” kata Kementerian Pertahanan Rusia, seraya menambahkan bahwa itu tidak melanggar hukum global, demikian seperti dikutip dari BBC (25/7/2020).


Moskow mengatakan sebelumnya bahwa mereka telah menggunakan teknologi baru untuk melakukan pemeriksaan dalam peralatan ruang angkasa Rusia.


Tetapi AS dan Inggris mengatakan mereka khawatir tentang acara satelit Negeri Beruang Merah.

“Kami prihatin dengan cara Rusia menguji salah satu satelitnya dengan meluncurkan proyektil dengan karakteristik senjata, ” sekapur kepala direktorat ruang angkasa Inggris, Wakil Udara Marsekal Harvey Smyth, pada Kamis 23 Juli 2020.


Ini adalah baru kalinya Inggris membuat tuduhan tentang uji coba senjata Rusia dalam ruang angkasa, dan datang cuma beberapa hari setelah penyelidikan mengutarakan pemerintah Inggris “sangat meremehkan” ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia.


Kementerian Luar Negeri GANDAR juga mengatakan pihaknya telah menyelidiki penggunaan oleh Rusia “yang boleh merupakan persenjataan anti-satelit di jalur. ”


Namun, pada sebuah pernyataan pada Jumat 24 Juni, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa salah satu daripada ‘satelit inspeksi’ negara itu sudah “melakukan pemeriksaan pesawat ruang udara Rusia dalam jarak dekat dengan penggunaan peralatan pesawat ruang udara kecil khusus. ”


Dikatakan operasi itu “tidak mengabaikan norma atau prinsip hukum internasional. ”


Kementerian tersebut menuduh AS dan Inggris “lagi-lagi berusaha menghadirkan situasi dengan cara yang terdistorsi untuk… membenarkan langkah-langkah mereka untuk menggunakan senjata dalam ruang angkasa dan mencapai pemberian untuk tujuan itu”.


“Kami menganggap serangan anti-Rusia terbaru ini sebagai bagian dari aksi informasi yang diprakarsai oleh Washington yang berfokus pada mendiskreditkan kegiatan ruang angkasa Rusia, ” pernyataan tersebut, dikutip oleh kantor berita Interfax, menambahkan.


Rusia sebelumnya mengatakan bahwa uji planet pekan lalu telah menghasilkan “informasi berharga tentang kondisi teknis bahan yang sedang diselidiki. ”


2 sebab 3 halaman

Kekhawatiran AS dan Inggris

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis 23 Juli, Jenderal Jay Raymond, yang memegang komando ruang angkasa AS, mengatakan ada bukti Rusia “melakukan tes coba senjata anti-satelit ruang angkasa. ”


“Ini merupakan bukti lebih lanjut dari cara berkelanjutan Rusia untuk mengembangkan serta menguji sistem berbasis ruang udara dan konsisten dengan doktrin tentara Kremlin yang diterbitkan untuk memakai senjata untuk membuat aset AS dan sekutunya di ruang udara dalam bahaya, ” katanya.


Asisten Menteri Luar Kampung AS untuk Keamanan Internasional serta Non-Proliferasi, Christopher Ford, menuduh Moskow melakukan kemunafikan setelah mengatakan ingin kontrol senjata diperluas ke bagian angkasa.


“Moskow berniat untuk membatasi kemampuan Amerika Konsorsium sementara jelas tidak berniat mendiamkan program antariksa sendiri, ” katanya.


AS mengatakan bentuk satelit Rusia adalah sistem yang sama dengan yang dikemukakannya pada 2018 dan awal tahun itu, ketika AS menuduhnya melakukan muslihat dekat dengan satelit Amerika.


Air Vice Marshal Smyth menambahkan: “Tindakan semacam ini mengancam penggunaan ruang angkasa secara tenteram dan risiko yang menyebabkan puing-puing yang dapat menimbulkan ancaman untuk satelit dan sistem ruang angkasa tempat dunia bergantung. ”


Rusia, Inggris, AS, serta China adalah di antara lebih dari 100 negara yang telah berkomitmen pada perjanjian antariksa dengan menetapkan bahwa ruang angkasa kudu dieksplorasi oleh semua dan asli untuk tujuan damai.


Perjanjian itu menambahkan bahwa senjata tidak boleh ditempatkan di orbit atau di luar angkasa.

3 dibanding 3 halaman

Simak gambar pilihan berikut:

Daniel Powell