Site Loader
Raut 3 Calon Sekda DKI Jakarta yang Telah Diserahkan ke Jokowi

Liputan6. com, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengumumkan tiga nama terbatas seleksi terbuka tahap akhir buat jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.


Kepala Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir menyatakan nantinya satu kandidat sekda tersebut akan dipilih oleh Pemimpin Joko Widodo atau Jokowi.

“Tim Penilai Akhir (TPA) di Presiden MENODAI untuk menentukan satu terbaik dari tiga terbaik yang diusulkan Pemda DKI Jakarta, ” kata Chaidir saat dihubungi, Jakarta, Jumat (11/12/2020).


Saat ini, sendat dia, tiga nama untuk mengisi jabatan sekda sudah disertakan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) buat diserahkan kepada Jokowi. Nantinya, tanda sekda yang terpilih dituangkan dalam Keputusan Presiden (Kepres).


“SK presiden akan di serahkan ke gubernur untuk dilanjutkan pelantikan oleh gubernur dan atau gajah dalam negeri, ” ucap Chaidir.


Tiga nama yang terpilih dan memenuhi syarat untuk menduduki kursi Sekda DKI Jakarta yakni Penjabat Sekda DKI Sri Haryati, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali, dan Wali Praja Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko.


Berikut profil ketiganya:


2 daripada 6 halaman

Sri Haryati

Berdasarkan petunjuk dari PPID DKI Jakarta, Sri Haryati memulai kariernya setelah lucut dari Fakultas Perikanan di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1994. Sri menjadi CPNS di Dinas Perikanan DKI Jakarta pada 1997.


Setahun setelahnya ataupun 1998, Sri diangkat menjadi PNS di Dinas Perikanan DKI Jakarta. Dia melanjutkan pendidikan S2 pada 2003 dan S3 10 tahun kemudian di IPB.


Pada 2014, dia naik lembaga menjadi Kepala Suku Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Jakarta Mengetengahkan. Kemudian pada tahun yang cocok, Sri ditugaskan sebagai Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan dalam Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan.


Kemudian, tempat naik menjadi Kepala Biro Perekonomian Setda DKI Jakarta pada 2016. Saat ini, Sri menjabat jadi Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta.


3 dari 6 halaman

Marullah Matali

Dikutip dari website formal Pemkot Administrasi Jakarta Selatan, Marullah Matali lahir di Jakarta di dalam 27 November 1965. Dia mengakhiri pendidikannya sejak SD sampai SMA/MA di Jakarta.


Tempat melanjutkan pendidikan S-1 jurusan Keyakinan Islam di University of Basra Saudi Arabia. Lalu meneruskan pelajaran S2 Hukum Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.


Sebelum menjadi Wali Kota Jakarta Selatan, dia mendahului kariernya sebagai Staf Biro Membentuk Mental Spiritual DKI Jakarta. Sesudah itu naik menjadi Kepala Bagian Bina Lembaga Mental Dinas Bintal dan Kesos DKI Jakarta.


Marullah sempat dimutasi menjadi Kepala Sub Dinas Bina Mental Spiritual Dinas Bintal dan Kesos DKI Jakarta. Kemudian menjabat sebagai Kepala Sekretariat Dinas Sosial DKI Jakarta.


Selanjutnya diangkat sebagai Kepala Biro Pendidikan dan Mental DKI Jakarta, lalu Asisten Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pariwisata.


Dia pernah menjabat sebagai Asisten Utusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Tempat Pengendalian Kependudukan. Marullah juga tahu mendapatkan dua penghargaan sebagai PNS. Yakni, penghargaan masa kerja 15 tahun dari Gubernur DKI Jakarta (2011) dan Penghargaan Satyalancana Susunan Satya KL. 1 dari Pemimpin RI (2012).


4 dari 6 halaman

Sigit Wijatmoko

Sebelum menjabat sebagai Pemangku Kota Administrasi Jakarta Utara, Sigit berkarier di Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Jabatannya yakni sebagai Penulis Dinas Perhubungan DKI Jakarta (2015-2016) lalu Wakil Kepala Dinas Relasi DKI Jakarta (2016-2019).


Dia lahir pada 30 Agustus 1974 di Jakarta. Kemudian, menyelesaikan pendidikannya sejak SD sampai level SMA/MA juga di Jakarta.


Selepas itu, Sigit melanjutkan pendidikan ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jawa Barat dalam 1997. Lalu melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Pemerintahan pada 2003.


5 sejak 6 halaman

Tunggu Jokowi

Kepala Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir menyatakan Pemprov DKI Jakarta sedang menunggu keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait penetapan penulis daerah (Sekda).


Tempat memperkirakan awal 2021, Pemprov DKI Jakarta telah memiliki sekda substitusi Saefullah.


“Sekarang status tergantung di tim penilaian simpulan. Kalau di ujung Desember sudah ada (calon nama), Januari ataupun Februari awal sudah keluar SK dan pelantikan, dan itu tepat, ” kata Chaidir saat dihubungi, Jumat (11/12/2020).


Dia menjelaskan untuk jabatan pengganti tatkala sekda atau penjabat paling lama hanya tiga bulan. Namun, bila hingga tiga bulan jabatan tersebut belum ada yang mengisi, sekda definitif harus diperpanjang.


“Kalau Januari belum diputuskan, lembaga Pj harus diperpanjang. Bilamana disetujui, Pj diperpanjang, namun bila kebijakan sana tidak menyetujui, ada petunjuk lain, bisa menunjuk pejabat eselon 1 yang ada, ” ucapnya.

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Itu:

Daniel Powell