Site Loader
Perdata, dari Penjahat hingga Pejabat Terlibat Peredaran Narkoba di Riau

Liputan6. com, Pekanbaru – Peredaran narkoba di Riau sangat merusuhkan. September dan Oktober lalu menjelma indikator karena petugas, baik tersebut Polda ataupun Badan Narkotika Daerah Riau, menyita 122 kilogram sabu dan 10 ribu butir tablet ekstasi.


Jumlah tersebut mungkin masih kecil. Pasalnya, tak semua penyelundupan barang haram tersebut di Bumi Lancang Kuning, biasanya berasal dari Malaysia dan dikendalikan jaringan narkoba internasional, berhasil terungkap.

Menurut Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi, peredaran narkoba sangat berimbas pada keamanan dan kesopanan masyarakat. Sebab dari 2. 400 pelaku tindak pidana tertangkap, sebagian besarnya menggunakan narkoba.


“Hasil tes urine, 2. 044 positif narkoba, ” kata Terkenal didampingi Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto.


Agung menjelaskan, narkoba hampir mengikuti semua lini profesi, mulai daripada honorer, pegawai sipil negara, preman, bahkan anggota Polri sekalipun.


Agung menyebut pada Oktober ada oknum polisi di Rupat terlibat peredaran narkoba jaringan Malaysia. Oknum ini sudah divonis dalam pengadilan setempat dan mendapatkan ketentuan mati dari hakim.


“Kemudian ada (Kompol) IZ, beta tindak semua karena dalam penegakan narkoba tidak pandang bulu, ” tegas Agung.


Besar menyatakan, orang-orang berpengaruh juga ada mengonsumsi narkoba bahkan ikut mengarahkan peredaran.


“Ada dalam sekitar kita, terkadang menyamar, agak-agak ada di sini juga, ” kata Agung di Mako Brimob Polda Riau.


Kepada anggotanya, Agung selalu mengingatkan agar polisi mendedikasikan diri menjadi pembantu masyarakat. Agung ingin anggotanya menyadari menjadi polisi bukan pilihan dengan salah.


“Jadilah penjaga berguna, tegakkan hukum dan oleh karena itu panutan, ” imbuh Agung.

2 dari 3 halaman

Kolaborasi Polda dan BNN

Terkait pengungkapan 122 kilogram sabu dan 10 ribu butir ekstasi sejak September dan Oktober, Gemilang menyebut ini merupakan hasil persekutuan apik antara Polda dan BNN Riau serta masyarakat. Meski bernilai ratusan miliar, Agung menyatakan narkoba ini tidak berguna.


“Makanya harus dimusnahkan barang tidak berguna ini, ” ucap Agung.


Agung menjelaskan, 19 kilogram sabu (dari 122) dan 10 ribu butir merupakan tahanan BNN Riau. Sisanya oleh leretan Polda Riau di beberapa kabupaten dengan 11 tersangka.


Sementara, sisa 103 kilogram sabu, Agung menyebut merupakan pengungkapan Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Kepala kasus antara lain, bahkan terungkap membabitkan anggota polisi, yakni Kompol IZ.


“Sementara 3 peristiwa lagi, diungkap oleh Polres Inhil Polres Bengkalis, dan Polres Dumai, ” ucap Agung.


Agung memastikan kolaborasi dengan BNN Riau yang dipimpin Brigjen Kenedy terus berlanjut. Agung menyebut peredaran narkoba di Riau harus diselesaikan semua pihak.


3 dari 3 kaca

Simak video pilihan beserta ini:

Daniel Powell