Site Loader
Pengusaha Sepatu Jatim Berharap Sistem Risiko Khusus untuk Industri Padat Karya

Liputan6. com, Surabaya – Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Nusantara (Aprisindo) Jawa Timur (Jatim), Winyoto Gunawan berharap, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan kebijakan khusus berkaitan dengan sistem pengupahan khusus untuk industri padat karya. Salah satu dengan pengecualiaan penerapan UMK.


“Kami lebih senang kalau untuk padat karya dan padat modal UMK dibedakan, sehingga tidak perlu repot mengajukan penangguhan ke Pemprov, ” tutur dia.

Ia menuturkan, pelaku industri ladam dan alas kaki di Jawa Timur masih juga ada yang setia menjalankan usahanya di Jatim. Ada juga yang pindah ke kabupaten lain seperti ring 3.


“Kalau yang telah pindah ke Jawa Tengah tersebut ada dari Jawa Barat. Jika di Jatim ini kebanyakan pindah ke ring ketiga, ” ujar dia, ditulis Minggu, (20/12/2020).

** #IngatPesanIbu


Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Celik Jarak dan Hindari Kerumunan.


Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 kaca

Berharap Ada Kebijakan Istimewa

Gunawan mengiakan, perbedaan mencolok Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2021 di Ring satu Jatim dengan UMK di kabupaten/kota di Jawa Tengah sangat menggiurkan pengusaha.


Sebagai pedoman, UMK 2021 di Ring satu Jatim (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan Mojokerto) mencapai lebih sebab Rp 4 juta. Sedangkan dalam Semarang, Jateng Rp 2, 7 juta.


“Karena tersebut, di Ring 1 ini, kami harap Pemda, khususnya Bu Gubernur ada kebijakan khusus kepada industri padat karya. Sehingga kami yang kelahiran Jatim tidak relokasi ke Jateng, ” tutur dia.

3 dibanding 3 halaman

Saksikan Gambar Pilihan di Bawah Ini

Daniel Powell