Site Loader
Kerisauan Ridwan Kamil Saat Hadapi Wabah Corona di Jabar

Liputan6. com, Jakarta Kejadian positif Corona di Tanah Cairan belum menunjukkan adanya tren penurunan. Hingga hari ini, Selasa (12/5/2020), jumlah pasien Covid-19 telah tembus diangka 14. 479 orang.


Kerisauan akan semakin bertambahnya kasus positif Corona Covid-19 di wilayah dirasakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Berikut sederet titik perhatian Ridwan Kamil saat harus menghadapi wabah Corona di Jabar:

2 dari 7 halaman

Saat Moda Transportasi Kembali Beroperasi

Menurut pria dengan akrab disapa Kang Emil itu, dengan kembali membuka keran untuk seluruh moda transportasi, bisa  mendatangkan orang tanpa gejala (OTG) berjalan ke sejumlah wilayah.  


“Di satu sisi awak mencoba taat terhadap peraturan negeri, di sisi lain risau, kenapa? Karena potensinya dibukanya keran berantakan lintas ini akan mengalirkan orang-orang yang OTG (Orang Tanpa Gejala). Terlihat sehat, ikut protokol kesehatan, dia di kereta, bis, bangun jarak, kemudian dicek suhunya selalu normal, padahal di dalam tubuhnya bawa virus. Itu yang paling mengkhawatirkan, ” ungkap Emil.


Dia menuturkan, ini bisa dibuktikan pada pengguna KRL dengan dari hasil pengetesan, banyak ditemukan positif meski sudah menerapkan aturan kesehatan.


“Dan prinsip itu kita tes di KRL. Di KRL kan sudah bangun jarak ya, semeter dua meter. Kita tes 300 orang, bertemu 3 di Bogor. Kita tes 300 orang ketemu 3 dalam Bekasi. Berarti 1 persen membentuk, ” tutur Kang Emil.


Mantan Wali Kota Bandung ini, menuturkan, jika aktivitas bagaikan itu, maka yang repot merupakan para pemangku jabatan di daerah.

3 dari 7 halaman

Kalau Gunakan Herd Immunity

Ridwan Kamil menegaskan, pihaknya tak akan menggunakan herd immunity dalam mengikhtiarkan pandemi Covid-19 di Jawa Barat.


“Herd immunity itu membiarkan yang kuat imunitas lulus dan membiarkan yang  lemah imunitas kalah dari kehidupan, itu seolah tak ada ikhtiar dan beta pemimpin punya dosa kalau tak ada ikhtiar, ” kata adam karib disapa Kang  Emil  ini dalam sesi ngobrol bareng bersama-sama Liputan6. com, Senin (11/5/2020) suangi.


Emil  menjelaskan  potential risk  dari skema Herd Immunity hingga PSBB yang saat tersebut diterapkan di seluruh Provinsi Jawa Barat. Skema pertama bila Jawa Barat melakukan Herd Immunity, potensi pasien Covid-19 bisa mencapai satu, 5 juta orang.


Kedua, bila PSBB hanya diberlakukan di Bogor, Depok, dan Bekasi, potensi pasien Covid-19 bisa menyentuh 600 ribu.


Ke-3, jika diterapkan PSBB di semesta provinsi Jawa Barat seperti zaman ini, dengan total warga Jawa Barat mencapai 50 juta rohani, maka potensi terburuk terdampak Covid-19 hanya di angkat 90 seperseribu orang.


“Karena itu saya mengambil langkah dengan potensi prediksi yang tekecil 90 ribu itu, dan terbukti secara berangsur terjadi tren penurunan dan peningkatan pasien sembuh selama PSBB ini, ” Emil menandasi.

4 dari 7 halaman

Sulit Akses Bahan Penduduk untuk Salurkan Bansos

Buat menyalurkan bantuan sosial kepada awak terdampak Covid-19, Ridwan Kamil mengiakan kesulitan memperoleh data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) khususnya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Biasa (Dukcapil) terkait data Kepala Keluarga (KK).


“Kami bersetuju verifikasi ini, apakah datanya betul ada enggak yang dari kolong. Kami mau ngecek datanya ke Kementerian Dalam Negeri di Dukcapil. Kita mau ngecek 5 juta KK. Apa yang terjadi, kita hanya diizinkan 1. 000 petunjuk per hari, coba bayangin, ” kata Ridwan Kamil dalam Sharing Session yang diadakan Liputan6. com melalui siaran online, Senin (12/5/2020).


Menurutnya hal tersebut membuatnya tak bisa rampung menghalusi data KK yang benar.


“Saya mau ngecek 5 juta data, diizinkan 1. 000 data per hari. Gimana beresnya datanya, ” ucap dia.


Mantan Wali Kota Bandung ini menuturkan, pasti ada risiko dari akibat susahnya mendapat keterangan mengenai warga.

5 dari 7 kaca

Hadapi Skenario Terburuk dalam Juli 2020

Ridwan Kamil memprakirakan  puncak pandemi virus Corona atau Covid-19 dalam provinsinya akan terjadi pada Juli 2020. Hal tersebut merupakan hitung-hitungan dari kemungkinan potensi terburuk.


“Jadi normalitas dan hamba optimis dengan data yang ada yaitu bulan Juli, ” kata  Ridwan Kamil  dalam sesi ngobrol bareng bersama Liputan6. com, Senin, 11 Mei 2020.


Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan, prediksi pucuk Corona di Jabar pada Juli ini tidak diambilnya secara sembarangan. Namun demikian, para ahli sebab kampus ternama di Jawa Barat seperti Universitas Indonesia, ITB, serta Universitas Padjajaran, memiliki peniliaian dengan berbeda.


Pertama ada yang mengatakan pekan depan adalah puncak Covid-19 di Jawa Barat, namun ada sebagian ada yang mengatakan awal Juni dan akhir Juni.


Untuk itu, pihaknya saat ini terus menyiapkan kesanggupan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat terdampak Covid-19. Bansos tersebut dicukupkan sampai Juli, sesuai perkiraan potensi terburuknya.


“Kalau setelah Juli masih belum, selalu maka ayo kita pikirkan cara penanggulangan berikutnya, ” tandas Ridwan Kamil.

6 dari 7 halaman

Penyaluran Bansos Tidak Satu Pintu

Adanya  tumpang tindih pemberian Bantuan Sosial atau Bansos antara Pemerintah Daerah dan Negeri Pusat, juga menjadi salah satu pusat perhatian Ridwan Kamil.


Hal ini berakibat tak ada koordinasi  di lapangan dan kerap menimbulkan salah paham jarang masyarakat dengan pemeritah daerah.


“Persoalan tumpang tindih Bansos ini adalah karena persoalan masukan.   Beberapa data yang dimiliki pusat dan daerah tidak sinkron, ” ungkap Emil.


Dalam  Sharing Session  Liputan6. com,   Senin 11 Mei 2020 malam, Kang Emil  secara langsung,   mantan Wali Kota Bandung ini menuturkan bahwa dirinya sempat  meminta Presiden Jokowi untuk membuat satu pintu  pemberian Bansos sejak pusat.


Presiden kemudian mendelegasikan usulan emil kepada Menteri Koordinator  Kementerian Koordinator Pembangunan Pribadi dan Kebudayaan  Muhadjir Effendy serta selanjutnya menggelar rapat dengan para gubernur.  


“Dan akhir dari rapatnya, tidak ada kesimpulan menjadi satu pintu. Tersebut yang saya sesali, ” ujarnya.

tujuh dari 7 halaman

Saksikan video pilihan di bawah itu:

Daniel Powell