Site Loader
Kejaksaan Agung Tangkap Buronan Korupsi Pembelian Lahan dan Bangunan Bank dalam Jakpus

Liputan6. com, Jakarta – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung RI menangkap Benduan Tindak Pidana  Korupsi  dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) asal Kejaksaan Tinggi Maluku yang masuk dalam buronan atau Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Penangkapan ini dilakukan beriringan Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Maluku.


Buronan yang ditangkap di kawasan Keramat Sentiong,   Jakarta  Pusat, tersebut diketahui atas nama Heintje Abraham Toisuta (45).

“Terpidana Heintje Abraham Toisuta sendiri sebelumnya ialah terdakwa dalam perkara Tindak Kejahatan Korupsi dan TPPU Pembelian Lahan dan Bangunan Bagi Pembukaan Kantor Cabang Bank Maluku dan Maluku Melahirkan di  Surabaya  Tahun 2014, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 7, 6 miliar, ” kata pendahuluan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono pada keterangannya, Selasa (15/9/2020).


Hari menjelaskan, Heintje yang ditangkap di sebuah kost-kostan di Hidup Keramat Sentiong, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2020), pada pukul 19. 20 Wib ini tidak melakukan pertarungan kepada para petugas.


“Rencananya akan segera diterbangkan ke Ambon untuk dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Ambon, ” ujarnya.


Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI. Nomor: 2282 K/Pid. Sus/2017 tanggal 21 Nopember 2017 terdakwa Heintje Abraham Toisuta dinyatakan bersalah melakukan Tindak Kejahatan Korupsi dan Tindak Pidana Pembilasan Uang dan dihukum dengan kejahatan penjara selama 12 tahun penjara, serta membayar denda Rp 800 juta, subsidair 7 bulan kurungan serta membayar uang pengganti sejumlah Rp 7, 2 miliar subsidair 4 tahun penjara.

2 dari 3 halaman

Buronan ke 72 yang Ditangkap

Hari mengungkapkan, penangkapan terhadap buronan tersebut merupakan pelaku kejahatan yang ke-72 di tahun 2020 dibanding semua buronan yang telah diamankan oleh Tim Tabur Kejaksaan sejak berbagai wilayah baik sebagai simpulan, terdakwa, maupun sebagai terpidana.


“Program Tangkap Buronan (Tabur) 32. 1 digulirkan oleh tempat Intelijen Kejaksaan RI dalam menyusul buronan pelaku kejahatan baik dengan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan maupun instansi penegak kaidah lainnya dari berbagai wilayah dalam Indonesia dan melalui program itu, kami menyampaikan pesan bahwa tak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan, ” tutupnya.


Reporter: Nur Habibie


Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video alternatif di bawah ini:

Daniel Powell