Site Loader
Kadin Jatim Dorong Pengusaha Manfaatkan Provokasi Pajak

Liputan6. com, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) menyatakan, stimulus pajak betul diperlukan sehingga membantu cash flow pengusaha.


Oleh karena itu, Kadin Jatim mendorong pengusaha terdampak COVID-19 untuk memanfaatkan stimulus retribusi yang diberikan pemerintah. Hal ini karena pemanfaatan bantuan pemerintah tersebut  masih minim.


Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto menuturkan di masa umum baru, kegiatan pengusaha juga masih jauh dari normal, dan jumlah pegawai yang masuk hanya kira-kira 30 persen-50 persen, akibatnya produksi masih sangat terkendala.


“Semua sektor terdampak, karena kesusahan ini adalah musibah internasional, tak hanya di Indonesia. Misalnya perhotelan, jumlah tamu hanya tiga sampai lima orang. Sementara biaya operasional seperti bayar listrik masih pasti harus dikeluarkan. Oleh karena tersebut, stimulus pajak ini sangat menolong cash flow mereka dan ini sangat diperlukan, ” ujar dia, laksana dikutip dari Antara, Selasa (7/7/2020).

Di webinar “Stimulus Pajak Terkait COVID-19”, ia menuturkan, dengan pemanfaatan provokasi diharapkan bisa mengurangi beban pengusaha yang sedang menghadapi tantangan genting akibat COVID-19, dengan tetap mewujudkan kewajiban membayar pajak.


Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal Kadin Jatim, Darno mengatakan, pengusaha harus bisa memanfaatkan stimulus pajak yang telah disediakan pemerintah untuk mengurangi beban dan meningkatkan cash flow perusahaan.


“Yang menjelma kendala memang baru sekitar 30 persen pengusaha yang memakai uluran tangan konsultan pajak. Hal ini ditambah dengan protokol PSBB yang meminta bekerja dengan daring, sehingga orang akan semakin sulit untuk memperoleh penjelasan melalui kantor pajak, ” ujar dia.


Taat Darno, saat ini yang mampu memanfaatkan stimulus adalah para pengusaha yang memakai jasa konsultan retribusi dan pelaku UMKM yang memperoleh keringanan pajak dari 0. 5 persen menjadi nol persen.


“Kami akan terus dorong terus agar stimulus terkait PPH Pasal 21, PPH Pasal 22, PPH Pasal 25 dan PPN bisa dimanfaatkan, ” kata Darno dalam kegiatan webinar tersebut.

2 lantaran 3 halaman

COVID-19 Berdampak terhadap Sektor Pajak

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I, Eka Sila Kusna Jaya mengapresiasi upaya Kadin Jatim dengan memajukan pengusaha untuk memanfaatkan stimulus tersebut.


Ia mencatat COVID-19 telah berdampak pada penurunan pendapatan negara, termasuk dari sektor retribusi.


Berdasarkan kajian Departemen Keuangan (Kemenkeu) penerimaan pajak di akhir tahun ini hanya menyentuh Rp1. 198, 9 triliun, kira-kira ini turun 4, 6 persen dibanding outlook sebelumnya senilai Rp1. 254, 1 triliun.


Angka tersebut, kata dia, apalagi turun 37 persen bila mengacu target yang ditetapkan Kemenkeu dalam awal tahun 2020 yakni Rp1. 642, 57 triliun. Sedangkan, lantaran realisasi penerimaan pajak tahun berarakan yang mencapai Rp1. 332, 06 triliun, revisi kali ini minus 10 persen year on year (yoy).


Sementara tersebut laporan APBN 2020 mencatat realisasi penerimaan pajak sampai dengan April 2020 sebesar Rp376, 67 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibanding realisasi Januari-April 2019 senilai Rp 388, 7 triliun.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Alternatif di Bawah Ini

Daniel Powell