Site Loader
Jokowi Jelaskan Alasan Pembahasan RUU Membangun Kerja Dilakukan Meski Pandemi Corona

Liputan6. com, Jakarta awut-awutan Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjelaskan alasan pemerintah tetap melakukan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja, meski pada tengah pandemi virus Corona atau Covid-19. Hal itu dilatarbelakangi sebab regulasi yang kompleks dan kacau, khususnya dialami pengusaha kecil, mikro dan menegah.


Apalagi, kata Jokowi, pada Juni berantakan, Indonesia ditempatkan dalam posisi mengedepankan dalam Global (Business) Complexity Index. Artinya, regulasi dan birokrasi Indonesia ditempatkan sebagai paling rumit di dunia.

Untuk itulah, pemerintah melakukan pembaruan struktural, membenahi regulasi dan birokrasi secara besar-besaran. Kendati Indonesia pusat dilanda pandemi Covid-19 dan segenap dunia, tidak menghambat upaya pemerintah untuk melakukan reformasi struktural.


“Tatkala banyak negara lulus mengalami kemunduran, justru inilah saatnya bagi Indonesia untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan, ” kata Jokowi pada HUT ke-56 Partai Golkar dengan dilihat di Youtube Sekretariat Pemimpin, Minggu (25/5/2020).


“Itulah semangat dari berbagai kebijakan pemerintah, termasuk Undang-Undang Cipta Kerja, ” sambungnya.


Menurut dia, reformasi struktural ini bertujuan biar usaha mikro, kecil, dan membuang (UMKM) berkembang dengan pesat, dan industri padat tenaga kerja lahir dengan pesat. Sehingga, pelaku UMKM dapat lebih mudah mendapat kerelaan usaha.


“Kita mengganti izin usaha dengan hanya pendaftaran untuk UMKM, kita permudah pendirian PT (perseroan terbatas) dengan modal minimal tidak ada pembatasan, ” jelas Jokowi.


2 dari 3 kaca

Agar perekonomian rakyat cepat bergerak

Dengan adanya UU Cipta Kerja, dia menyebut pembentukan koperasi selalu hanya perlu 9 orang. Kemudian, pemerintah juga menggratiskan sertifikasi halal kepada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan menggunakan pemberian APBN.


“Sekali teristimewa, agar perekonomian rakyat segera cepat bergerak, UMKM segera tumbuh, serta peluang kerja segera bertambah umum, ” tuturnya.


Jokowi pun mengapreasiasi kader Partai Golkar, baik di lembaga eksekutif maupun di DPR, yang mendukung UU Cipta Kerja. Dia meyakini ekonomi Indonesia yang terkontraksi minus 5, 32 persen pada kurtal II 2020, akan pulih pada 2021.


“Tahun 2021 bakal menjadi tahun yang penuh peluang, tahun opportunity. Merupakan tahun perbaikan ekonomi nasional dan pemulihan ekonomi global.


Ini ialah saat yang tepat untuk kembali bekerja, kembali mengembangkan usaha, menggelar lapangan kerja bagi jutaan pencari kerja, ” ujar Jokowi.

3 daripada 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Daniel Powell