Site Loader
Erick Thohir Tunjuk Relawan Timses Jokowi jadi Komisaris PLN

Liputan6. com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir tunjuk Eko Sulistyo, relawan tim pemenangan Presiden Jokowi sebagai Komisaris PT Kongsi Listrik Negara (PLN).


Hal tersebut tercantum dalam SK-330/MBMU/10/2020 tertanggal 9 Oktober 2020.

Eko sendiri merupakan mantan Deputi IV Biro Staf Kepresidenan (KSP) periode 2014-2019. Dirinya menjadi tim kampanye Jokowi sejak sang Presiden masih melaksanakan pilkada di Solo, Jawa Sedang.


Lalu, Eko pula sebelumnya adalah Ketua Komisi Penetapan Umum Daerah (KPUD) Kota Tunggal 2003-2008.


“Sehubungan dengan adanya Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku Kerap Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero) Nomor: SK-330/MBU|10|2O20 tanggal 9 Oktober 2020 tentang Pengukuhan Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negeri, dengan ini disampaikan bahwa RUPS mengangkat Sdr. EkoSulistyo sebagai Komisaris, ” demikian dikutip dari pernyataan PLN kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/10/2020).


Dengan demikian, berikut susunan komisaris PLN:


– Komisaris Utama/Komisaris Independen: Amien Sunaryadi


– Wakil Komisaris Sempurna: Suahasil Nazara


berantakan Komisaris Independen: Deden Juhara


– Komisaris Independen: Murtaqi Syamsudin


– Komisaris: Ilya Avianti


semrawut Komisaris: Rida Mulyana


– Komisaris: Mohamad Ikhsan


– Komisaris: Dudy Purwaghandi


– Komisaris: Muhammad Yusuf Ateh


– Komisaris: Mohammad Rudy Salahudin


– Komisaris: Eko Sulistyo

dua dari 4 halaman

PLN Siapkan Strategi agar Ibu Tanah air Baru Bebas dari Mati Elektrik

PT  PLN  (Persero) tengah mengkaji logistik sistem kelistrikan di lokasi ibu kota baru, yang terletak dalam Kabupaten Penajem Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Perseroan juga sedang mempersiapkan strategi agar lokasi tersebut bisa manasuka dari pemadaman listrik.


Direktur Bisnis  PLN  Regional Sulawesi dan Kalimantan Syamsul Huda, pihaknya saat ini masih menyesuaikan agenda kerja yang dibuat oleh Departemen Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pendirian Nasional (PPN/Bappenas).


Perseroan disebutnya telah dipanggil beberapa kala untuk menyiapkan kebutuhan listrik pada ibu kota baru. Ada kira-kira ketentuan dalam melistriki wilayah tersebut, seperti penyediaan sumber minimal 39 persen harus berasal dari penyemangat berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).


“Ada rambu-rambu, dalam mana di sana didominasi EBT, kami sudah coba untuk penuhi. Di samping di sana sungguh ada potensi PLTA yang pas besar yang bisa dialihkan ke ibu kota baru. Di tepi juga ada beberapa PLTA dengan kita bisa bangun di kira-kira ibu kota baru, ” jelasnya dalam sesi teleconference, Jumat (23/10/2020).


Selain itu, Syamsul menambahkan, rambu-rambu berikutnya yang perlu diperhatikan PLN adalah bagaimana menyimpan listrik tanpa padam di ibu kota baru. Menurutnya itu tidak mungkin, sebab saat ini Istana Negara di Jakarta saja listriknya tidak pernah padam.


“Kita ingin yang tak pernah padam nanti. Tidak hanya istananya, tapi kawasan ibu tanah air baru seluruhnya tidak pernah padam, ” ujar dia.


Syamsul menyampaikan, caranya sebenarnya biasa dan sama seperti yang dikerjakan di Istana Merdeka, Jakarta. Yaitu dengan tidak hanya mengandalkan utama sumber saja, atau harus ada beberapa sumber tegangan yang silih bisa menopang.


“Gangguan tetap ada. Tapi kami upayakan mitigasi dampak dari gangguan itu supaya tidak mengakibatkan seluruh pelanggan  PLN  di ibu kota pertama listrinya padam, ” ungkap Syamsul.


Dalam pembangunan jaringan listrik di ibu kota baru, ia melanjutkan, PLN juga tak memakai kabel yang tidak sopan estetikanya. Sehingga perseroan akan mendirikan jaringan listrik bawah tanah.


“Hanya saja karena pandemi gaungnya agak surut, kita sudah agak lama tidak berkoordinasi soal kelanjutan rencana pembangunan keliatrikan di sana. Karena kita semua masih sibuk bagaimana bisa mengatasi pandemi ini. Setelah itu kalau misal memang akan dilanjutkan, PLN tak tinggal diam,   PLN  mau men-support, ” tuturnya.  

3 dari 4 halaman

Dukung Kelistrikan Ibu Kota Baru, Pembangunan dua Transmisi di Sulbar Dipercepat

PT  PLN  (Persero) terus mengejar pembangunan dua jaringan transmisi bertegangan 150 kV di Sulawesi Barat (Sulbar), yakni jaringan transmisi 150 kV Mamuju–Topoyo dan Topoyo–Pasangkayu.


General Manager PLN UIP Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) I Putu Riasa mengatakan, percepatan pembangunan ini dilakukan sebagai jalan mempersiapkan Sulbar dan Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai provinsi penyangga untuk Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur.


“Sisi barat Pulau Sulawesi dan Kalimantan Timur hanya dipisahkan oleh Selat Makassar. Ke depannya, tentu Sulbar serta Sulteng akan menjadi penyangga bagi Ibu Kota Baru yang berkecukupan di Kalimantan Bagian Timur. Industri, bisnis dan pusat pemerintahan dengan akan hadir di sana tentu membutuhkan pasokan listrik yang penuh. Oleh karena itu kami pusat siapkan dari sekarang, ” terangnya, Kamis (20/8/2020).


Ke-2 jaringan transmisi yang memiliki jalan sepanjang 181 Km ini pula dibangun dalam rangka meningkatkan kemahiran dan pasokan listrik bagi Kota Palu dan sisi barat Sulteng pasca dilanda bencana gempa, tsunami dan likuifaksi 2018 silam.


Tak hanya itu, kira-kira tapak tower pada sistem kelistrikan Sulteng yang ada saat tersebut, Jaringan Transmisi Poso-Sidera, berada dalam kondisi rawan terkena abrasi kali. Ditambah dengan akses yang suram untuk dilakukan pemeliharaan, maka eksistensi kedua jaringan transmisi tersebut mau menjadi back up guna menggembala pasokan listrik yang andal untuk Sulteng.


“Walaupun perihal pandemi, kami terus berupaya membereskan pembangunan dua jalur  transmisi  itu karena saat ini sistem kelistrikan di Sulawesi Tengah hanya dalam suplai dari Poso. Sehingga suplai listrik dari arah selatan Sulawesi sangat dibutuhkan, ” ungkap Putu.


Puti berharap, proyek ini bisa rampung pada September 2020. Kedua jaringan yang mempunyai 534 total tower itu disebutnya juga akan meningkatkan kualitas tegangan di Mamuju Tengah, mengingat suasana tegangan yang tersedia saat itu masih sering drop ketika mencapai beban puncak.


“Progres fisik rata-rata dari kedua pendirian ini sudah mencapai 80 upah. Walaupun di beberapa lokasi masih terdapat sedikit kendala sosial, kami berharap itu tidak mengganggu jalannya pekerjaan ini. Terima kasih juga kami sampaikan atas sinergitas kelompok dan Forkopimda yang telah & terus aktif mendukung kelancaran pendirian ini, ” tuturnya.  

4 lantaran 4 halaman

Saksikan Gambar Pilihan di Bawah Ini:

Daniel Powell