Site Loader
dua

Liputan6. com, Jakarta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank per Oktober 2020 telah menyalurkan pembiayaan ekspor senilai Rp 92 triliun dibanding Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 18, 7 triliun yang telah diberikan Pemerintah.


Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas menyampaikan, selain Pembiayaan, LPEI serupa telah mampu menyalurkan Penjaminan senilai Rp9, 4 Triliun dan Asuransi senilai Rp 9, 3 triliun.

Selain itu, sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI dalam hal peningkatan ekspor, LPEI sudah mampu melahirkan 59 eksportir perdana dan 2. 200 UKM arahan yang siap untuk melakukan ekspor.


“Dari Rp18, 7 Triliun PMN yang telah dikasih oleh Pemerintah yang terdiri lantaran Rp 12, 5 triliun Penugasan Umum dan Rp 6, dua triliun, Pembiayaan Ekspor yang disalurkan adalah Rp 92 triliun, Penjaminan Ekspor Rp 9, 4 triliun, Asuransi Rp 9, 3 triliun, dan penciptaan 59 Eksportir hangat. Pembiayaan Ekspor ini juga berkontribusi 14, 6 persen terhadap Ekspor Barang Indonesia, ” ucap D. James Rompas, Direktur Eksekutif LPEI, Kamis (19/11/2020).


Pembiayaan yang telah diberikan tersebut serupa diikuti oleh perbaikan kinerja yang dilakukan. Non-Performing Loan (NPL) neto per Oktober 2020 telah menikmati perbaikan menjadi 11, 8 obat jerih dengan Coverage Ratio 77, 1 persen.


Selain tersebut, LPEI juga mampu membukukan menyaruk bersih senilai Rp 234 miliar dan diproyeksikan menjadi Rp 251 miliar di akhir Desember tahun ini.


Selain arah finansial, LPEI juga telah menilai dampak ekonomi dan sosial untuk pembiayaan tersebut. Diantaranya adalah Pengembangan Product Domestic Bruto (PDB) dua, 49 kali dari pembiayaan dengan diberikan serta penyerapan tenaga kerja hingga 50 orang per Rp 1 miliar.


LPEI juga telah memiliki 2 Dukuh Devisa yang berasal dari Jembrana dan Yogyakarta. Desa Devisa sendiri merupakan sebuah program yang memerosokkan ekspor berbasis komoditas unggulan wilayah.


2 dari 2 halaman

Kalender PEN

Melihat catatan ini, LPEI kemudian memperoleh penugasan dari Pemerintah dalam lembaga Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).


Program tersebut melibatkan baik dari UKM dan Korporasi yaitu Penugasan Khusus Ekspor (PKE) Pembiayaan UKM berorientasi ekspor senilai Rp500 Miliar dan Program Penjaminan Pemerintah untuk Korporasi dengan ukuran penjaminan Rp 100 triliun.


Dengan penugasan tersebut, Pemerintah mengusulkan alokasi PMN senilai Rp 5 triliun di Tahun Perkiraan 2021. PMN ini terdiri lantaran Rp2, 5 triliun untuk penugasan umum dan Rp 2, 5 triliun untuk penugasan Kkhusus.


Penyaluran PMN ini nantinya akan difokuskan pada sektor & komoditas yang diproyeksikan akan mengalami perbaikan dan Pemulihan Ekonomi Nasional.


D. James Rompas mengapresiasi berbagai masukan dari pimpinan dan anggota Komisi XI DPR RI. LPEI pun memastikan bakal menindaklanjuti masukan tersebut.


“Kami akan memanfaatkan secara suntuk PMN senilai Rp 5 triliun dalam menjalankan mandatnya melalui Pembiayaan, Penjaminan, Asuransi, dan Jasa Diskusi khususnya yang berorientasi ekspor, ” ucap D. James Rompas.

Daniel Powell