Site Loader
DKPP Berhentikan Anggota KPU Surabaya Kholid Asyadullah

Liputan6. com, Jakarta – Majelis Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan memberhentikan Muhammad Kholid Asyadullah sebagai anggota Tip Pemilihan Umum (KPU) Surabaya dalam sidang putusan yang digelar secara virtual, Rabu (8/7/2020).


Ketua KPU Kota Surabaya, Sinar Syamsi menuturkan, atas putusan DKPP itu mengatakan seluruh langkah selanjutnya masih harus menunggu instruksi daripada KPU Provinsi Jawa Timur ataupun KPU RI.


“Saya masih menunggu kabar dari KPU Provinsi ataupun KPU RI terkait langkah selanjutnya, ” ujar dia, seperti dikutip dari Antara, (8/7/2020).

Terkait langkah Pengganti Antar-Waktu (PAW), dia menyatakan tetap harus menunggu komando dari KPU RI. “Ya tersebut langkah konkret kami. Saya menunggu perintah lebih lanjut dari KPU Provinsi ataupun KPU RI, ” ujar dia.


Diketahui pelaporan M Kholid Asyadullah tersebut berawal dari aduan mantan Badan Pemilihan Kecamatan (PPK) pada Pemilu 2019 Nanik Lindawati.

2 dari 3 halaman

Langgar Kode Etos

DKPP  era pembacaan sidang perkara itu membuktikan teradu telah melanggar kode ideal yang bersifat personal. Selain itu, DKPP menyebut teradu terbukti menentang pasal 7 ayat 1, 15 A, D dan G bab 19 huruf F peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017.


Untuk itu, DKPP menyetujui pengaduan pengadu untuk seluruhnya serta menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Muhamad Kholid selaku bagian KPU Kota Surabaya sejak dibacakan putusan itu.


DKPP meminta KPU melaksanakan keputusan tersebut paling lama tiga hari semenjak dibacakan serta memerintahkan Badan Penilik Pemilu (Bawaslu) untuk mengawasi pengoperasian putusan tersebut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan pada Bawah Ini

Daniel Powell