Site Loader
Divonis 2, 5 Tahun, Anita Kolopaking Bakal Ajukan Banding

Liputan6. com, Jakarta – Kuasa asas Anita Kolopaking, Tommy Sihotang mengesahkan klienya akan mengajukan banding terhadap vonis dua tahun enam bulan yang dijatuhkan majelis hakim. Anita divonis 2, 5 tahun terpaut surat jalan palsu Djoko Tjandra.


“Pasti kami melaksanakan. Cuma nih ada mepet sedia natal tahun baru. Mungkin nanti, paling lambat lusa kami melaksanakan, ” kata Tommy ditemui sudah persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Selasa (22/12).

Terlebih, ia menilai hal yang menjadi beban dari majelis hakim tidaklah langsung. Karena Anita Kolopaking yang masa itu sebagai pengacara Djoko Tjandra hanya menjalankan tugasnya.


“Bu Anita profesional dan melakukan tugasnya, ya kalau semua percaturan diperlakukan gini, ya tahan saja semua ribuan advokat yang melayani hal sama, ” katanya.


Sementara, ia mengklaim jika keterlibatan Anita mengirim KTP Djoko Tjandra yang diduga digunakan jadi data dalam membuat tiga tulisan yakni, surat jalan, surat kesehatan tubuh dan Covid-19 bukanlah inisiatif Anita.


“Soal E-ktp tempat kirim atas permintaan, tolong dikirim KTP-nya, bukan atas inisiatif dia. Jadi sekali lagi, terlalu uraian nanti saya ngomong. Pokoknya tersebut sangat dipaksakan, sangat menyakitkan absurd karena kami tahu fakta-faktanya semua ditabrak. Jadi ya pak hakim ini cuma mengutip tuntutan aja, ” tuturnya.

2 dari 3 kaca

Divonis 2, 5 Tarikh

Sebelumnya, terdakwa Mantan Pengacara Djoko Tjandra, Anita Dewi Kolopaking divonis hukuman besar tahun enam bulan penjara. Vonis tersebut lebih berat jika dibandingkan dengan tuntutan jaksa dua tarikh penjara.


Putusan tersebut dibacakan hakim ketua Muhammad Sirat di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Selasa (22/12). Bekas pengecara Djoko Tjandra itu dinyatakan bersalah dalam perkara surat ustaz palsu.


“Menjatuhkan balasan pidana terhadap Anita Dewi A Kolopaking dengan pidana penjara dua tahun 6 bulan, ” logat Sirat


Hal tersebut, karena terdakwa Anita dinyatakan terbukti bersalah atas tindak pidana menyuruh melakukan pemalsuan surat secara berlanjut, dan tindak pidana sengaja meluluskan pertolongan terpidana ketika meloloskan diri atas tuntutan hakim terhadap Djoko Tjandra yang merupakan buron kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali.


Atas peristiwa itu, majelis hakim menguraikan benar yang jadi pemberat terhadap Anita adalah, dirinya dianggap mencederai profesi pengacara dan tidak merasa bersalah.


“Hal memberatkan, perangai terdakwa mencederai profesi pengacara dalam masyarakat, terdakwa telah membahayakan bangsa karena melakukan perjalanan tanpa ulangan, serta terdakwa tak merasa bersalah, ” kata hakim.


Sementara hal yang meringankan, Anita dinilai berprilaku sopan dan tidak melawan hukum selama menjalani persidangan.


Atas hal itu, Anita dinyatakan melanggar Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat satu KUHP dan Pasal 223 KUHP juncto Pasal 64 ayat satu KUHP.


Reporter: Bachtiarudin Alam


Sumber: Merdeka. com


3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Lembah Ini:

Daniel Powell