Site Loader
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 72 Orang di 13 Wilayah Semasa 3 Bulan

Liputan6. com, Jakarta kepala Densus 88 antiteror Polri telah menangkap 72 orang pelaku tindak pidana terorisme. Interpretasi terhadap para pelaku tersebut dikerjakan sejak 1 Juni 2020 tenggat 12 Agustus 2020.


Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan, penangkapan kepada para pelaku tindak pidana terorisme tersebut dilakukan di 13 provinsi di Indonesia.

“Antara lain wilayah Sumatera Barat, Bali, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Maluku, Gorontalo. Dan pada kesempatan itu akan kami sampaikan kejadian dalam Padang (Sumatera Barat), Bali & Sulawesi Tengah, ” kata Bambu di Mabes Polri, Jakarta Daksina, Selasa (18/8/2020).


Dia menjelaskan, penangkapan pertama oleh Densus 88 antiteror dilakukan di wilayah Padang, Sumatera Barat. Di sana, sebanyak sembilan orang kelompok Jamaah haji Ansharut Daulah (JAD) telah dikerjakan penangkapan sejak 21-27 Juli 2020.


“Pertama FD alias BIMA, waktu Penangkapan pada Selasa, 21 Juli 2020, pukul 07. 30 Wib di depan Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan DR. Sutomo Kota Padang, Sumatera Barat. Keterlibatannya seperti yang terdahulu. Barang bukti yang diamankan sebanyak 20 barang bukti, ” terangnya.


“Kedua HC alias Abu Randu, waktu penangkapan pada Selasa, 21 Juli 2020, pukul 07. 30 Wib di depan Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan DR. Keterlibatannya serupa yang terdahulu, barang bukti yang diamankan sebanyak 12 barang petunjuk, ” sambungnya.


Selanjutnya, penangkapan dilakukan terhadap S dalam Selasa, 21 Juli 2020 jam 13. 52 Wib di Jalan Bawah Duku Mas, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Praja Padang, Sumatera Barat. Saat itu, enam barang bukti telah diamankan.


“Keempat yaitu H alias Abu Qori, waktu penangkapan pada Selasa, 21 Juli 2020, pukul 18. 06 Wib di Jalan By Pass Batipuh Lama, Kecamatan Koto Tangah, Kota Medan, Sumatera Barat. Keterlibatannya seperti dengan terdahulu, barang bukti yang diamankan sebanyak 8 barang bukti, ” sebutnya


“Kelima AF, waktu penangkapan pada Selasa, 21 Juli 2020, pukul 18. 20 Wib di Ruko Rasyana Exprees Jalan Balai Gadang, Kelurahan Bangsal Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Tanah air Padang, Sumatera Barat. Keterlibatannya seperti yang terdahulu, barang bukti dengan diamankan sebanyak 8 barang masukan, ” sambungnya.


Lalu, penangkapan keenam dilakukan terhadap FA alias Abu Said pada Selasa 21 Juli 2020 pukul 17. 04 Wib di Jalan Koto Tuo, Nomor 14, RT 01, RW 01, Kelurahan Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Medan, Sumatera Barat. Sebanyak 27 bahan bukti telah diamankan.


“Ketujuh yaitu B alias Lebu Rahmat, waktu penangkapan pada Selasa, 21 Juli 2020, pukul 17. 04 Wib di Jalan Koto Tuo Kelurahan Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. Keterlibatannya seperti yang terdahulu, barang bukti yang diamankan sebanyak 3 barang bukti, ” ujarnya.


“Kedelapan yaitu PI alias Ibrahim, waktu penangkapan dalam Sabtu, 25 Juli 2020, jam 06. 47 Wib di Pasar Baru Sungai Rumbai, Jorong Balai Tangah, Kenagarian Sungai Rumbai, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, ” sambungnya.


Untuk keterlibatan Ibrahim yaitu menjelma anggota kelompok JAD Sumbar ataupun kelompok May Yusral alias Bungkus Umar. Lalu, pada 4 Maret 2018, 25 Maret 2018, 27 April 2018 hingga 30 April 2018 malam. Ia mengikuti pelatihan I menggunakan senjata api rakitan bersama kelompok JAD Sumbar dengan dipimpin May Yusral alias Pak Umar di Bukit Banda Cangkiang, Lubuk Minturun, Kelurahan Air Lega, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.


“Pernah diperintahkan oleh May Yusral nama lain Pak Umar (Kap 13 Agustus 2018) untuk melakukan survei terhadap tempat yang cocok untuk melayani tindak pidana terorisme di kantor-kantor polisi. Sudah siap untuk melaksanakan tindak pidana terorisme dan beriktikad hijrah ke Suriah. Barang data yang diamankan sebanyak 3 barang bukti, ” jelasnya.


2 dari 3 halaman

Penangkapan Terakhir

Berikutnya, penangkapan final di Sumbar dilakukan terhadap Z alias ZUL pada Senin (27/7) pukul 06. 20 Wib pada Kota Padang, Sumatera Barat.


“Keterlibatannya yaitu anggota grup JAD Sumbar. DPO Kelompok May Yusral als Pak Umar (Kap 13 Agustus 2018) dan mengikuti pelatihan dengan menggunakan senpi rakitan bersama kelompok JAD Sumbar dengan dipimpin May Yusral als Pak Umar (Kap 13 Agustus 2018) di Bukit Banda Cangkiang, Lubuk Minturun, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumbar, ” ucapnya.


Selanjutnya, penangkapan dilakukan terhadap RB di wilayah Bali pada 23 Juli 2020, pukul 09. 37 Wib di Jalan Gunung Ringin V, Kelurahan Tegal Kerta, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali. Ia merupakan anggota kelompok JAD yang berada di Denpasar, Bali.


“Keterlibatannya yaitu pada tarikh 2017 sampai dengan sekarang rajin membagikan konten-konten radikal seperti membagikan video tentang ISIS, Aman Abdurahman, totorial pembuatan BOM dan lain-lain melalui media sosial Telegram dan Facebook, ” ujarnya.


“Pada tahun 2019 melaksanakan kegiatan fisik yaitu camping di Bali Hill Baturiti, Tabanan. Pada tarikh 2019 memiliki samurai, pada tarikh 2020 melaksanakan kegiatan fisik pelajaran lari dan sudah memiliki niatan untuk melakukan tindak pidana terorisme. Barang bukti yang diamankan sebesar 24 barang bukti, ” sambungnya.


Penangkapan oleh Densus 88 antiteror juga dilakukan dalam wilayah Sulawesi Tengah pada 29 Juli 2020 terhadap dua karakter yang tergabung dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur di Poso, Sulawesi Tengah.


“Pertama YS, waktu penangkapan pada Rabu, 29 Juli 2020, pukul 12. 00 Wita di Jalan Trans Poso- Napu Desa Tangkura Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Keterlibatannya mengantarkan Iman (Kap) ke daerah Tangkura untuk bercampur dengan kelompok MIT, berencana mengantarkan uang sebesar Rp 1. 590. 000 dan makanan (kue) pada kelompok MIT. Untuk barang data yang diamankan sebanyak 5 bahan bukti, ” ungkapnya.


“Yang kedua L alias Ummu Syifa, waktu penangkapan pada Rabu, 29 Juli 2020, pukul 14. 00 Wita di Jalan Mabuk Poso Sulawesi (Jembatan Puna) Kasiguncu Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Sulawesi Tengah. Keterlibatannya menyembunyikan informasi mengenai keberadaan kelompok teroris yang telah ditetapkan di dalam Daftar Pekerjaan Orang ( DPO). Bergabung bersama-sama Kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur selama 23 hari. Untuk Barang bukti yang diamankan sebanyak 2 barang bukti, ” sambungnya.


Kepada para pelaku dikenakan Pasal 15 jo Pasal tujuh dan Pasal 13 huruf C UU RI Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Terorisme, dengan ancaman pidana penjara paling lama seumur hidup.


Reporter: Nur Habibie


Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video opsi di bawah ini:

Daniel Powell