Site Loader
Ciptakan Toilet Luar Angkasa, Bocah 9 Tahun Menang Tantangan NASA

Liputan6. com, Jakarta Belum lama ini, Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) menunaikan kompetesi untuk merancang desain toilet luar angkasa atau yang akrab dengan sebutan Lunar Loo Challenge.


Dan pemenangnya diraih oleh seorang bocah laki-laki Malaysia, Zyson Kang Zy Shun dengan sukses menyempurnakan perangkat astronot minus repot-repot melepas pakaian yang beratnya mencapai 13, 6 kg.

Melansir dari  Mothership , Kang membaca mekanisme penemuan toiletnya pada Rabu (28/10/2020) melalui webinar NASA.   Segala usahanya terbayarkan hingga menghantarkan posisi pertama di Nasa’s Lunar Loo Challenge Kategori Junior.

2 dari 6 halaman

Inspirasi karyanya

Kemenangannya tak sendiri, dia bersama pencipta lain, Joel John Arun dari Inggris Raya dalam kategori Under 11. Ide brilian bocah berumur 9 tahun tak main-main, dia menaklukan hampir 900 kiriman dari 85 negara di dunia.


Kang menjelaskan bahwa penemuannya merupakan  versi upgrade dari pakaian antariksa yang digunakan oleh astronot di dalam misi bulan Apollo pada tahun 1969. Terkait misi Apollo, laporan resmi NASA mengungkap bahwa order ini masih memungkinkan urin tumpah.


Jadi bila astronot ingin buang air kecil, mereka harus benar-benar memastikan cairan itu masuk ke dalam pipa menyerap vakum. Kalau tidak, kotoran itu akan mengambang bebas.


Pada kala itu, misi Apollo masih memerlukan manset mirip kondom yang dikosongkan ke dalam tas. Berbeda dengan penemuan Kang dengan lebih praktis dengan menggunakan alat penyedot debu yang pas dimasukkan ke dalam pakaian astronot & dipastikan dapat bekerja dalam perangai berat mikro.  

3 dari 6 halaman

Mengandalkan tenaga kinetik

Segala aib desain toilet luar angkasa pada masa lalu telah dipertimbangkan secara melengkapi alat penyedot debu ke dalam pakaian berat astronot.  


Tidak hanya positif, penemuannya juga diyakini dapat menghemat biaya. Kang menegaskan, “Tidak memerlukan tenaga listrik untuk beroperasi, cuma perlu tenaga mekanis kinetik. ”


Hal itu benar memudahkan pekerjaan astronot, mereka hanya perlu menggerakan kaki untuk mendorong fungsi vakum untuk mengalirkan cairan  apapun ke dalam kotak pengucilan limbah di dalam baju itu.


Lalu, tak kurang Kang memasang pompa jarum menyemprot ke sepatu pakaian astronot & juga wadah vakum yang tepat berada di saku celana.  

4 dari 6 halaman

Kesukaannya

Siswa kelas 3 SD ini mengungkapkan bahwa dirinya merupakan penggemar berat dari Jurassic Park dan  sangat tertarik pada paleogenetika, yang merupakan gagasan bahwa spesies yang punah dapat dihidupkan kembali.


Jika dirinya sudah beranjak dewasa, Kang ingin menjadi ahli genetika. Cita-cita yang jarang diketahui di anak usianya.  


5 dari enam halaman

Dapat digunakan era pandemi

Bahkan, penemuan Kang mampu juga dipratikkan bagi para suster dan dokter yang tengah giat di masa pandemi. Sembari menyelenggarakan pasien, mereka dapat membuang cairan kecil dengan lelulasa tanpa meninggalkan waktu untuk pergi ke daerah kecil.  


Jadi memungkinkan mereka berisiko penyakit yang menyerang kandung kemih akibat membekukan kencing saat tengah bertugas.  


Hingga kini, budak asal Selangor ini tengah disibukkan dengan penyelesaian karyanya untuk membantu astronot kembali ke bulan di tahun 2024 di bawah agenda Artemis, misi menempatkan wanita prima dan manusia pertama di bulan.  

Penulis 


Ignatia Ivani

6 dari 6 kaca

Saksikan Video Pilihan Beserta Ini:

Daniel Powell