Site Loader
17-7-2014: 6 Tahun Tragedi Nahas Udara Malaysia MH17 Dirudal Ukraina

Liputan6. com, Jakarta – Enam tahun lalu, pada 17 Juli, sebuah rudal kreasi Rusia menembak Malaysia Airlines Flight 17 (MH17). Pesawat penumpang biasa dengan 298 orang di dalamnya, dari langit di atas Ukraina yang tengah berkecamuk perang.


Mengutip washingtonpost, pekan lalu pemerintah Belanda yang bertindak atas tanda 193 warga Belanda dalam penerbangan itu, mengumumkan akan membawa Rusia ke Pengadilan Hak Asasi Pribadi Eropa. Pengadilan pidana terhadap 4 tersangka yang terlibat dalam pengangkatan sistem rudal yang menjatuhkan MH17 dimulai di Amsterdam pada bulan Maret.

Penghancuran MH17 pada 17 Juli 2014, memicu kemarahan dan dakwaan. Rusia – dan separatis Rusia di Ukraina – terus menumpukan tanggungan apa pun. Sementara jaksa penuntut Belanda menuduh Rusia merusak penyelidikan.


17 Juli 2014 menjadi hari nahas untuk pesawat Boeing 777 milik kongsi Malaysia Airlines (MAS) MH17 yang membawa 298 orang. Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengatakan burung besi itu dilaporkan dihantam peluru kendali dan celaka di Ukraina, depan perbatasan Rusia.


Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengutarakan burung besi itu dilaporkan dihantam rudal dan celaka di Ukraina, dekat perbatasan Rusia.


Anton Gerashenko, penasehat itu, dalam laman Facebooknya mengatakan, pesawat apes tersebut terbang di ketinggian 33. 000 kaki saat dihantam rudal yang ditembakkan dari peluncuran pada Buk. Demikian  Liputan6. com   kutip dari  USA Today .


Para penyelidik kecelakaan udara Belanda akhirnya merilis laporan awal menimpa tragedi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah Ukraina timur pada 17 Juli 2014. Barang apa saja yang diungkap?


Penerbangan MH17 jatuh di daerah Ukraina timur yang dikontrol separatis pro-Rusia. Seluruh penumpang dan pengikut, yang berjumlah 298 orang, tewas. Dua pertiganya adalah warga negeri Belanda.


Pesawat melorot di daerah konflik, terbengkalai minus penjagaan selama berhari-hari. Meski tersedia laporan harta benda milik objek dijarah, penyelidik Dewan Keselamatan Belanda (Dutch Safety Board) melaporkan kalau mereka “tidak menemukan bukti ataupun indikasi manipulasi alat perekam yang ada dalam pesawat. ”


Seperti dikutip dari  CNN  edisi 9 September 2014, laporan menyebut tidak ada tanda-tanda peringatan audio, kerusakan pesawat atau malfungsi, juga ekspresi kewaswasan dari awak pesawat yang terekam alat perekam data penerbangan. Tidak ada situasi darurat yang terekam.


Boeing 777 tersebut, kata penyelidik, “hancur di udara kemungkinan akibat dari kerusakan sistem yang disebabkan sejumlah objek berenergi tinggi yang menembus pesawat sejak luar, ” kata siaran pers yang menyertai laporan itu.


Benda-benda yang tak diketahui tersebut menusuk dan membentur pesawat dengan kecepatan tinggi. Konsisten secara anggapan yang menyebut bahwa pesawat disambar pecahan selongsong rudal.

2 lantaran 4 halaman

3 Budak Jadi Korban

Pesawat MH17 terbang dengan 298 penumpang serta awak saat jatuh di Ukraina pada Juli 2014 dalam penerbangan dari Amsterdam, Belanda menuju Kuala Lumpur, Malaysia.


Awalnya terjadi ledakan di langit Ukraina Timur, tepatnya di antara tempat Krasni Luch, Luhansk dan Shakhtarsk, dekat Donetsk. Asap hitam pekat pun membumbung di udara, ketika potongan-potongan logam bertebaran di sekitarnya.


Sebagian besar target adalah warga negara Belanda.


Pada hari nahas tersebut, 15 kru dan 283 penumpang, termasuk 3 bayi berada di dalamnya.

3 dari 4 halaman

Kode Penerbangan MH17 Pensiun

Menyusul tragedi meledak dan jatuhnya MH17, pihak  MAS akhirnya mengumumkan kode penerbangan MH17 ‘pensiun’.   Dalam pernyataannya, disebutkan berlaku mulai Jumat 25 Juli 2014.


“Meski demikian, tak ada modifikasi frekuensi penerbangan Malaysia Airlines, ” demikian pernyataan pihak maskapai kampung jiran seperti  Liputan6. com  pungut dari  MSN Malaysia  edisi  21 Juli 2014. “Kami akan langsung mengoperasikan layanan penerbangan harian kurun Amsterdam, Belanda dan Kuala Lendut, Malaysia. ”


Tanda pengganti MH17 adalah MH19.

4 sejak 4 halaman

Saksikan juga Video Ini:

Daniel Powell